A friend is a friend at all times, and a brother is born for the time of adversity.
Proverbs 17:17
Katanya pertemanan yang melewati usia 7 tahun diprediksi berlangsung seumur hidup. Menjaga kerekatan dan kedekatan dengan kawan adlah satu usaha tersendiri. Itu hal yang kupelajari setelah berjumpa dengan banyak orang. Beberapa masuk dalam inner circle yang boleh dipercaya sebagai tempat menuangkan kelemahan dan cerita sedih. Beberapa tinggal dalam daerah luar tempat berbagi cerita indah dan suka saja.
Jenis relasi yang pertama lah yang perlu dipelihara keberlangsungannya. Yang padanya kamu temukan rumah. kedua atau ketiga. Rumah-rumah ini perlu dijaga keindahan dan kebersihannya. Dengan apresiasi, dengan bantuan, dengan menjadi orang yang bisa mendengar atau menjadi orang yang bisa diandalkan, atau menjadi orang yang bisa menceriakan. Dan, jika bertemu dengan kawan yang tepat, memelihara rumah-rumah ini seharusnya bukan lah sesuatu yang butuh usaha keras. Hanya perlu kebiasaan-kebiasaan baik.
Bagaimanapun, tentu pernah juga bertemu dengan kawan-kawan baik tapi menyerap energi yang banyak. Katanya itu terjadi bila kita tidak sefrekuensi. Entah sifat yang bertolah belakang, atau value hidup yang gak sejurusan. Bukan berarti kita harus menghindarinya. Kawan-kawan non-zona nyaman inilah yang memaksa kita belajar dan berkembang, hingga kita lebih bijaksana dalam melihat dunia. Sehingga kita semakin 'kaya' pengalaman dan berpengertian.
Tapi memang kawan yang langgeng adalah kawan yang memberi-dan memberi. A friend at all times, diterjemahkan dengan sangat indah dalam Bahasa Indonesia, seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu. Kasih setiap waktu. Jadi instead of saying "what I can get..." menjadi "what I can give..." Saat menuliskan catatan ini, aku ada satu dua nama dalam pikiranku. I wonder how I love them so much. I simply want the best for them. Mungkin itu terjadi karena mereka juga (menurutku/kurasakan) memberi dan memberi.
If you are loved, you'll just know. .... I know they care of me.
Ada saatnya, dimana Aku gak cerita tentang kesusahanku pada mereka. Simply because I know they have had enough trouble. Ada kalanya mereka yang menahan diri untuk mengangguku karena gak mau aku kepikiran. It's sweet. Nanti kita akan bicara tentang gimana kita memenangkan hari dan bangga akan achievement hari itu. Kadang, kedua belah pihak sama-sama mengumpat akan kesusahan hari ini, dan saling menyemangati untuk besok hari.
Beberapa pertemanan yang meski sangat sangat menyenangkan memang sudah ada masa expire nya. Tidak semua hubungan bisa dipelihara dekat-dekat dengan kita. Kehilangan? Ya, mungkin. Tapi menerima dengan dewasa bahwa masing-masing punya jalan sendiri dan sudah saatnya berpisah adalah hal baik juga. Akan ada saatnya bertemu lagi dalam kegembiraan yang baru.
Till then, jaga baik-baik yang kamu punya...
<3